Edi Suryana
Senin, 03 Agustus 2026 | 00:49 WIB
Surabaya (RI).– Suasana haru dan penuh kecemasan menyelimuti Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (2/8) malam hingga Senin (3/8) dini hari. Sejumlah keluarga penumpang KM Mutiara Sentosa 2 terus berdatangan untuk mencari kepastian nasib kerabat mereka setelah kapal yang melayani rute Surabaya–Makassar itu terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura.
Salah satu keluarga penumpang, Devi, warga Gresik, mengaku baru mengetahui suaminya, Deni Vristiawan (39), berada di atas kapal setelah melihat siaran langsung di media sosial sekitar pukul 11.30 WIB.
Menurutnya, komunikasi terakhir dengan sang suami terjadi pada Minggu pagi sebelum kabar kebakaran kapal beredar. Setelah itu, seluruh upaya menghubungi suaminya tidak lagi membuahkan hasil.
Usai mengetahui insiden tersebut, Devi segera mencari informasi melalui rekan-rekan kerja suaminya hingga akhirnya diarahkan menuju Pelabuhan Tanjung Perak untuk bergabung dengan keluarga penumpang lainnya. Ia menjelaskan suaminya yang bekerja sebagai sopir truk tengah menjalankan perjalanan dinas menuju Sulawesi, rute yang disebut baru pertama kali dijalaninya.
Kecemasan serupa juga dirasakan Samparia, warga Makassar. Ia mengaku kesulitan memperoleh informasi karena nama anggota keluarganya diduga tidak tercantum dalam manifes penumpang kapal.
Di lokasi yang sama, pemilik perusahaan ekspedisi, Susilo, juga menunggu kabar lima pegawainya yang bertugas mengawal pengiriman ternak menggunakan KM Mutiara Sentosa 2. Dari lima orang tersebut, empat telah dipastikan selamat, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.
Di tengah proses evakuasi, muncul dugaan adanya penumpang yang tidak tercatat dalam manifes resmi. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan proses pencocokan identitas korban dengan data penumpang yang tersedia.
Berdasarkan data Basarnas hingga Minggu (2/8) pukul 21.00 WIB, sebanyak 231 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan lima orang dinyatakan meninggal dunia. Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Pada Senin (3/8) dini hari, sebanyak 111 penumpang yang berhasil diselamatkan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak menggunakan kapal bantuan Meratus Pematang Siantar. Setibanya di pelabuhan, para korban langsung mendapat penanganan dari petugas. Penumpang yang lanjut usia dibantu menggunakan kursi roda, sementara seluruh korban menjalani pemeriksaan kesehatan dan pendataan sebelum dipertemukan dengan keluarga masing-masing.
Sebelumnya, KM Mutiara Sentosa 2 dilaporkan terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8). Kapal yang mengangkut sekitar 250 penumpang tersebut mengalami kebakaran saat dalam pelayaran menuju Makassar.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyampaikan informasi awal mengenai kebakaran diterima sekitar pukul 08.24 WIB dari Syahbandar Tanjung Perak, kemudian dikonfirmasi oleh operator kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran. Berdasarkan laporan nakhoda, kebakaran diduga terjadi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB sebelum komunikasi dengan kapal akhirnya terputus.
Hasil koordinasi tim SAR menunjukkan posisi kapal berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi. Saat ditemukan, sebagian besar badan kapal telah dilalap api, sementara para penumpang bertahan di anjungan dan haluan menunggu proses penyelamatan.
Hingga Minggu malam, total 236 penumpang berhasil dievakuasi, terdiri atas 231 orang selamat dan lima orang meninggal dunia. Proses pencarian terhadap korban lainnya masih terus berlangsung. ***